Hadapi Perang Tarif Trump, Volvo Setop Penjualan Produk Ini di AS
Zulkifli Fahmi
Senin, 5 Mei 2025 11:40:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Perusahaan otomotif asal Swiss, Volvo ikut kena dampak kebijakan tarif ekspor impor Presiden AS Donald Trump.
Mereka dikabarkan memperkuat pabriknya di Carolina Selatan. Volvo pun mengincar model-model yang diproduksi di AS berikutnya.
Dalam laporan Carscoop, Jumat (2/5/2025) lalu, upaya itu merupakan imbas dari tarif Trump yang dinilai tinggi. Mereka pun mendorong produk yang lebih besar untuk dalam negeri.
Beberapa dekade ini, Volvo memang menjual produknya di Amerika. Namun, hamper 90 persen produknya masih bikinan Eropa.
Satu-satunya produk Volvo yang dibuat di Amerika yakni, EX90. Mobil tersebut diketahui telah sepenuhnya bertenaga listrik.
Pemimpin Volovo AS, Hakan Samuelsson mengatakan, pihaknya akan membuat model baru berbentuk hybrid ringan dan hybrid plug-in yang kemungkinan besar berupa XC60 atau XC90.
”Mobil wagon atau sedan sepertinya tidak mungkin. Menurut saya, jika Anda melihat mobil terlaris di AS, mobil itu sering kali adalah jenis SUV,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Senin (5/5/2025).
Samuelsson mengatakan, pihaknya tak akan lagi mendatangkan mobil-mobil Eropa untuk pasar Amerika. Mereka pun fokus pada jenis yang laris di AS.
Setop Penjualan S90 di Amerika
- 1
- 2



