Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang ­– Ribuan karyawan PT Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia (SAMI) dibekali pengetahuan tentang keselamatan berkendara atau safety riding. Instruktur safety riding dari Astra Motor Jateng dihadirkan langsung untuk memberi materi dan praktik.

Sekitar tiga ribu karyawan PT SAMI secara bergiliran mengikuti pelatihan safety riding yang digelar satu hingga dua klai dalam sebulan.

Para karyawan PT SAMI ini akan diajari para instruktur safety riding Astra Motor Jateng meliputi pengguna sepeda motor untuk bekerja, dan pelatihan aman berkendara di berbagai area jalan.

Langkah ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan karyawan dengan target zero accident. Tujuannya diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan karyawan terhadap perusahaan dan bukti konkrit perusahaan peduli terhadap keselamatan karyawannya.

”Training ini lebih memberikan pengetahuan kesadaran pentingnya keselamatan dan kemampuan memprediksi bahaya yang mungkin terjadi, ketrampilan pengereman, menikung, keseimbangan dipelajari dulu oleh peserta training, sehingga ketika berada dijalan akan lebih siap dan aman,” kata Alfian, Safety Riding Instructor Astra Motor Jateng.

Seluruh peserta training diberikan contoh kasus-kasus di jalan raya melalui video dan gambar, kemudian peserta dilatih agar mampu memahami kondisi, mampu melihat potensi bahaya hingga memberikan tindakan pencegahan atau mampu menghindari dari potensi kecelakaan yang bakal terjadi.

”Kemampuan ini sangat penting agar para peserta training nantinya memiliki budaya kebiasaan mengenali bahaya atau potensi kecelakaan dari awal, sehingga tidak terjebak dalam situasi hampir atau terlibat kecelakaan,” ujarnya.

Ia mengatakan, kerja sama di bidang budaya keselamatan ini bisa menambah kesadaran karyawan terhadap keselamatan berkendara, mempelajari tentang ketrampilan berkendara.

”Tidak hanya sekadar bisa tapi juga memiliki dasar yang benar agar menjadi mahir dan mempelajari cara kemampuan menduga potensi bahaya yang dimana hal itu adalah langkah awal untuk kita selalu #Cari_Aman saat naik motor,” pungkasnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler