Motor kesayangan tentu akan dipaksa bekerja di luar batas normal demi kelancaran kegiatan Kurban yang dilakukan para riders. Itu juga berlaku bagi mereka yang tidak menjalankan Kurban, Hari Raya Iduladha biasa digunakan untuk liburan ke tempat wisata.
Setelah rutinitas pekerjaan dengan memacu motor Honda membelah jalur yang padat setiap harinya, para rides perlu memberikan perhatian penuh pada kuda besi miliknya itu.
Nah, sebelum kembali memacu motor kesayangan, para riders perlu memberikan perhatian dengan perawatan rutin. Jangan sampai bom waktu meledak di tengah jalan gegara menundanya.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng Oke Desiyanto menyampaikan beberapa tips untuk mengecekan motor motor kesayangan.
Sebagai pengendara yang cerdas, kita tidak boleh menunggu motor mogok atau rem blong untuk menyadari adanya masalah.
Menjelang akhir Mei ini menjadi momentum tepat untuk melakukan deteksi dini pada empat komponen kritis pascakerja keras mudik.
Murianews, Semarang – Hari Raya Iduladha kerap kali disibukkan dengan berbagai kegiatan yang menguras ”energi” pada motor Honda kesayangan. Mulai dari melakukan perjalanan ke tempat salat Iduladha, hingga membagikan daging kurban.
Motor kesayangan tentu akan dipaksa bekerja di luar batas normal demi kelancaran kegiatan Kurban yang dilakukan para riders. Itu juga berlaku bagi mereka yang tidak menjalankan Kurban, Hari Raya Iduladha biasa digunakan untuk liburan ke tempat wisata.
Setelah rutinitas pekerjaan dengan memacu motor Honda membelah jalur yang padat setiap harinya, para rides perlu memberikan perhatian penuh pada kuda besi miliknya itu.
Nah, sebelum kembali memacu motor kesayangan, para riders perlu memberikan perhatian dengan perawatan rutin. Jangan sampai bom waktu meledak di tengah jalan gegara menundanya.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng Oke Desiyanto menyampaikan beberapa tips untuk mengecekan motor motor kesayangan.
Sebagai pengendara yang cerdas, kita tidak boleh menunggu motor mogok atau rem blong untuk menyadari adanya masalah.
Menjelang akhir Mei ini menjadi momentum tepat untuk melakukan deteksi dini pada empat komponen kritis pascakerja keras mudik.
Cek Pengereman...
Sistem Pengereman (Bukan Sekadar Kampas)
Selama mudik dengan beban penuh, sistem rem bekerja ekstra keras menahan momentum inersia bobot kendaraan. Jangan hanya memeriksa ketebalan kampas rem.
Suhu ekstrem saat pengereman berat di jalur macet berpotensi membuat minyak rem mendidih dan kualitasnya menurun drastis.
Jika tuas rem terasa kenyal atau ”ambles” saat ditekan, itu tanda masuknya angin palsu atau kualitas minyak rem yang sudah rusak.
Kesehatan Kaki-Kaki dan Komstir
Jalur Pantura Pekalongan–Pati atau jalur bergelombang di pedalaman Solo Raya pasti telah menguji ketahanan suspensi Anda. Perhatikan jepitan roda depan.
Jika stang terasa berat saat dibelokkan atau ada gejala ”goyang” saat melaju di trek lurus, bisa jadi komstir (steering head bearing) motor Anda sudah longgar atau aus.
Jangan lupakan juga pemeriksaan fisik ban; cek apakah ada keretakan atau benjolan akibat benturan keras lubang jalan.
Penggerak...
Sistem Penggerak (Rantai atau V-Belt)
Bagi pengguna motor matik, debu jalanan Pantura yang kering di akhir Mei ini adalah musuh utama V-Belt dan roller di dalam bak CVT.
Sementara bagi pengguna motor bebek atau sport, rantai yang kendur dan kering pasca-mudik akan mempercepat keausan gear.
Efek buruknya? Akselerasi motor menjadi slip dan konsumsi bensin menjadi jauh lebih boros.
Jantung Pacu: Oli dan Filter Udara
Mesin adalah jantung dari sepeda motor. Kerja keras menembus kemacetan panjang dengan suhu tinggi saat mudik membuat oli mesin bekerja ekstra keras menjaga suhu dan melumasi komponen internal.
Jika warna oli sudah hitam pekat dan encer, segera ganti dengan yang baru untuk menghindari keausan dinding silinder.
Jangan lupa bersihkan atau ganti filter udara, karena debu jalanan yang menumpuk bisa menyumbat pasokan oksigen ke ruang bakar, membuat motor terasa ngos-ngosan dan boros bahan bakar.
”Di dalam dunia keselamatan berkendara, komponen teknis yang tidak layak pakai adalah penyumbang angka kecelakaan fatal yang paling bisa dihindari sejak dini. Ingat, rem yang blong, ban yang pecah, atau rantai yang putus tidak pernah memilih kapan dan di mana mereka akan mencelakai Kita. Lunasi utang servis motor akhir bulan ini,” pesan Oke.