Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Ada ritual penting yang mesti dilakoni para bikers sebelum mudik, yakni memeriksa motor atau kendaraan yang akan digunakan.

Terlebih bagi bikers yang hendak melintasi jalur Pantura Pekalongan hingga Pati atau jalur lintas Semarang menuju Solo. Sebab, dua jalur tersebut memiliki tantangan tersendiri bagi bikers.

Kedua jalur tersebut, selain memiliki volume kendaraan yang tinggi juga memiliki kondisi geografi perbukitan. Sehingga diperlukan persiapan matang agar niat mulia bertemu keluarga tidak berubah menjadi bencana di bahu jalan.

Masalahnya, masih ada pengendara yang terlalu fokus pada persiapan ”oleh-oleh” atau baju baru, ketimbang kondisi kendaraannya. Padahal, motor yang akan dikendarai dari Semarang menuju Wonogiri atau dari Pekalongan menuju Pati akan bekerja ekstra keras melebihi rutinitas hariannya.

Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng Oke Desiyanto menjelaskan motor juga punya ”Batas Kesabaran”.

Misalnya, jika oli sudah hitam pekat, kampas rem tipis, dan rantai kering, motor akan ”protes” melalui mesin yang overheat, rem yang blong, rantai yang putus atau cvt selip tepat saat Bikers sedang memacu di tengah kepadatan arus mudik lebaran.

Empat Hal yang wajib diperhatikan...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News