Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Memilih minyak rem ternyata tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan kinerja pengereman yang optimal sehari-hari.

Minyak rem merupakan komponen penting dalam menjaga sistem pengereman motor agar berfungsi dengan baik dan aman saat digunakan.

Di pasaran, banyak pilihan minyak rem. Kondisi itu kerap kali membuat bikers bingung untuk menentukan yang terbaik untuk motormu.

Untuk diketahui, minyak rem menjadi bagian tak terpisahkan dari system rem Hydrolik dan merupakan komponen penting pada kendaraan.

Biasanya, standar Department Of Transportation (DOT) menjadi patokan pemilihan minyak rem. Seperti halnya standar minyak rem pabrikan saat ini yakni, DOT 4. Semakin tinggi angka DOT-nya maka semakin tinggi titik didih dari minyak rem tersebut.

Bila angkanya semakin tinggi, maka minyak rem tidak mudah menguap dan menyebabkan vapour lock atau kondisi di mana minyak rem berubah menjadi uap minyak dan menyebabkan rem hydrolik menjadi tidak berfungsi alias blong.

Apabila ingin menggantinya, pemilihan minyak rem dengan titik didik lebih tinggi dari sebelumnya lebih direkomendasikan ketimbang yang titik didihnya rendah.

Hal yang Dipertimbangkan... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler