Harga Baterai Lithium Melonjak, Produsen Mobil Listrik Kelimpungan
Zulkifli Fahmi
Senin, 15 Desember 2025 23:03:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Harga baterai lithium diprediksi bakal melonjak. Itu setelah sejumlah pemasok bahan baterai lithium asal China mengumumkan kenaikan harga baru-baru ini.
Kenaikan harga itu terjadi akibat adanya peningkatan biaya bahan baku di tingkat hulu. Lonjakan permintaan yang dipicu konvergensi transisi energi global juga menjadi salah satu penyebabnya.
Menurut laporan CarNewsChina, beberapa waktu lalu, pemasok utama bahan katoda baterai lithium-ion China, Hunan Yuneng New Energy mengumumkan adanya kenaikan harga mulai 1 Januari 2026.
Perusahaan yang menjadi langganan CATL dan BYD itu menyebut, biaya seluruh proses rangkaian produk lithium besi fosfatnya akan naik hingga 3 ribu yuan atau 425 dollar AS per ton. Harga itu bahkan belum termasuk pajak.
Meski begitu, Hunan Yuneng New Energy menyebut harga produk bisa dinegosiasikan ulang bila terjadi fluktuasi siginifikan pada pasar atau harga bahan baku.
Sementara, Dejia Enery, produsen Baterai Lithium di China lainnya juga sudah mengumumkan adanya kenaikan harga pada produknya. Mereka bahkan akan menerapkannya lebih cepat, yakni mulai pada Selasa (16/12/2025).
Mulai saat itu, harga jual produk baterai dari Dejia Energy akan melonjak hingga 15 persen dari harga katalog saat ini. Mereka menyebut, kenaikan itu karena biaya bahan bakunya meningkat signifikan.
Naik Gila...



