Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Posisi mesin motor matik yang berada di tengah menjadi keunggulan tersendiri. Terutama saat menerjang banjir, mesin pun tak langsung berhadapan dengan air.

Kendati demikian, bukan berarti motor matik tidak akan mengalami mogok setelah menerjang banjir. Ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab mogoknya motor matik setelah menerobos banjir.

Pertama, air masuk ke ruang pembakaran atau mengalami masalah water hammer. Masalah ini menjadi hal yang paling serius, karena air masuk ke ruang pembakaran melalui saluran udara atau air intake.

Pada umumnya, air intake pada motor matik berada di posisi cukup rendah. Maka, ketika ketinggian banjir melebihi posisi saluran udara, bisa dipastikan akan terjadi water hammer.

Bahan bakar yang tercampur air, tentu tidak akan bisa terbakar. Selain itu, karena air tidak bisa ditahan atau non-kompresibel seperti campuran udara dengan bahan bakar.

Saat piston bergerak ke atas untuk kompresi, air akan memberikan tekanan balik yang luar biasa pada piston, setang piston, dan kruk as.

Inilah yang disebut sebagai Water Hammer. Kondisi ini bisa menyebabkan setang piston bengkok atau bahkan blok mesin retak. Kerusakan ini bersifat fatal dan membutuhkan biaya perbaikan yang besar.

Masalah Kedua... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler