Kendati demikian, bukan berarti motor matik tidak akan mengalami mogok setelah menerjang banjir. Ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab mogoknya motor matik setelah menerobos banjir.
Pada umumnya, air intake pada motor matik berada di posisi cukup rendah. Maka, ketika ketinggian banjir melebihi posisi saluran udara, bisa dipastikan akan terjadi water hammer.
Bahan bakar yang tercampur air, tentu tidak akan bisa terbakar. Selain itu, karena air tidak bisa ditahan atau non-kompresibel seperti campuran udara dengan bahan bakar.
Saat piston bergerak ke atas untuk kompresi, air akan memberikan tekanan balik yang luar biasa pada piston, setang piston, dan kruk as.
Murianews, Semarang – Posisi mesin motor matik yang berada di tengah menjadi keunggulan tersendiri. Terutama saat menerjang banjir, mesin pun tak langsung berhadapan dengan air.
Kendati demikian, bukan berarti motor matik tidak akan mengalami mogok setelah menerjang banjir. Ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab mogoknya motor matik setelah menerobos banjir.
Pertama, air masuk ke ruang pembakaran atau mengalami masalah water hammer. Masalah ini menjadi hal yang paling serius, karena air masuk ke ruang pembakaran melalui saluran udara atau air intake.
Pada umumnya, air intake pada motor matik berada di posisi cukup rendah. Maka, ketika ketinggian banjir melebihi posisi saluran udara, bisa dipastikan akan terjadi water hammer.
Bahan bakar yang tercampur air, tentu tidak akan bisa terbakar. Selain itu, karena air tidak bisa ditahan atau non-kompresibel seperti campuran udara dengan bahan bakar.
Saat piston bergerak ke atas untuk kompresi, air akan memberikan tekanan balik yang luar biasa pada piston, setang piston, dan kruk as.
Inilah yang disebut sebagai Water Hammer. Kondisi ini bisa menyebabkan setang piston bengkok atau bahkan blok mesin retak. Kerusakan ini bersifat fatal dan membutuhkan biaya perbaikan yang besar.
Masalah Kedua...
Masalah kedua, motor matik mogok usai menerjang banjir biasanya karena mengalami korsleting. Motor matik modern mengandalkan banyak sensor dan komponen kelistrikan, termasuk ECU (Engine Control Unit) pada motor injeksi.
Sementara air merupakan konduktor listrik yang buruk. Jika air membasahi soket-soket kabel, koil pengapian, busi, atau ECU, dapat terjadi korsleting yang mengganggu sistem pengapian atau injeksi bahan bakar.
Dampaknya mesin motor akan langsung mati, susah dihidupkan, atau mengalami ngadat (brebet) karena sistem pembakaran tidak bekerja optimal.
Sebelum menerobos banjir saat mengendarai motor matik, alangkah baiknya untuk memperhatikan sejumlah hal sebagai berikut:
Kenali Batas Ketinggian Air
Motor matik tidak mampu menahan banjir yang ketinggian airnya telah mencapai di bawah lubang ujung knalpot. Paling krusial, posisi saringan udara (air intake) bagian bawah tidak disentuh permukaan air. Posisi ini setara setinggi betis atau dibawah lutut orang dewasa.
Cara Menerjang Banjir Anti Mogok...
Teknik Menerjang Banjir yang Benar
Jika nekat menerjang banjir, pastikan genangan masih di bawah saringan udara. Saat melaju, jaga kestabilan di kecepatan rendah sekitar 5-10 km per jam dan hindari mengubah putaran gas secara mendadak.
Putaran gas yang stabil mencegah knalpot kemasukan air (tekanan gas yang stabil akan mendorong air keluar jika air mendesak masuk). Pilih Gigi Rendah (Bagi motor manual): Motor matik cukup jaga putaran mesin yang stabil.
Usahakan melaju pada bagian tengah jalan atau di kontruksi yang lebih tinggi. Biasanya, bagian tengah jalan lebih tinggi ketimbang bagian pinggir jalan, meski itu tak selalu benar.
Selalu periksa kondisi lalu lintas dan genangan air dengan seksama.
Setelah Sukses Lewati Banjir...
Setelah Sukses Lewati Banjir
Setelah sukses menerjang banjir, jangan langsung matikan mesin. Biarkan mesin menyala beberapa saat di tempat yang kering.
Langkah ini akan membantu mengeringkan sisa-sisa air di beberapa komponen panas seperti knalpot.
Jika curiga air masuk ke area CVT, oli mesin, atau oli transmisi (gardan), segera bawa motor ke bengkel untuk kuras oli dan cek CVT.
Air yang mencemari oli dan bearing akan mengurangi kemampuannya dan menyebabkan kerusakan dalam jangka panjang.
“Menghadapi banjir, prinsip utama kita adalah mencegah lebih baik daripada memperbaiki. Motor matic tidak didesain sebagai perahu. Batas amannya sangat jelas, jika air sudah mendekati saringan udara, itu adalah zona merah,” kata Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng Oke Desiyanto.