Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Minyak rem di sepeda motor seringkali disepelekan. Ini karena konsumsi minyak rem sangat sedikit saat digunakan. Karena itu, meski sudah ribuan kilometer minyak rem terkadang belum habis.
Jika Anda termasuk orang yang melakukannya, mulai sekarang jangan dilanjutkan. Pasalnya, minyak rem memiliki umur tersendiri. Meski masih banyak, minyak rem wajib diganti supaya tak membuat macet pengereman.
Lalu, kira-kira kapan waktu yang tepat melakukan penggantian minyak rem?
Melansir otorider.com minyak rem ternyata harus diganti tiap 15-20 ribu kilometer. Meski masih banyak, minyak rem tersebut wajib untuk dikuras dan diisi dengan minyak rem yang baru. Dengan begitu, pengereman akan berfungsi maksimal tanoa khawatir akan adanya penyumbatan.
”Kalau patokan kilometer itu biasanya setiap 15-20 ribu kilometer sekali, minyak rem harus dikuras dan diganti. Tapi itu cuma patokan saja ya, mungkin bisa jadi lebih cepat atau lebih lama, tergantung dari pemakaiannya juga,” ujar Indra Gunawan, Service Advisor Yamaha Kurnia Jaya Motor, Sukahati.
Ia menjelaskan, untuk mendeteksi kapan minyak rem bisa dilihat melalui lubang intip minyak rem. Kalau warnanya sudah keruh dan kecoklatan, maka minyak rem harus segera diganti.
Indra menambahkan, biasanya kalau pengendara sering melakukan hard braking ketika riding, akan membuat minyak rem lebih cepat diganti. Karena, minyak rem jadi cepat mendidih sehingga menimbulkan uap. Nah, uap ini yang bakal menjadi air dan berpotensi tercampur dengan minyak rem.



