Seniman Jepara Bikin Vespa dari Kayu Jati, Bisa Dikedarai
Faqih Mansur Hidayat
Jumat, 1 Maret 2024 17:07:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Seorang seniman Jepara bikin vespa dari kayu jati. Vespa bikinannya bahkan bisa dikendarai sebagaimana kendaraan bermotor layaknya, karena juga dipasangi mesin.
Sebagai kabupaten berjuluk Kota Ukir, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memang tak habis-habisnya menelurkan seniman dengan karya hebat. Tak hanya karya ukiran, salah satu warga Jepara bahkan mampu mengolah kayu jati menjadi motor vespa.
Seniman itu bernama Taufiqqurrohman, warga Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan. Bermula dari sekedar hobi dengan dunia otomotif, seniman ini akhirnya mencoba sesuatu yang lain.
Keahliannya dalam seni kriya dari kayu akhirnya digabungkannya menjadi sebuah hal baru. Taufiqurohman akhirnya menjadi orang Jepara pertama yang membuat karya seni vespa dari kayu tersebut.
“Mulai awal bikin tahun 1998. Dari mulai bikin miniatur-miniatur vespa dan motor gede,” kenang Taufiq, baru-baru ini.
Tak puas hanya dengan miniatur, pada tahu 2010, Taufiq mulai memberanikan diri membuat motor dari kayu jati. Motor vespa menjadi karya pertamanya waktu itu.
Karya pertama itulah hasil dari pergulatan emosi dan gagasan selama bertahun-tahun. Tak diduga, karya buatannya mendapatkan sambutan luar biasa.
“Satu unit vespa kayu estimasi pembuatannya paling lama dua bulan,” katanya menjelaskan.
Seiring berjalannya waktu, hasrat Taufiq untuk membuat motor jenis lain dari kayu semakin membara. Selain vespa, dia juga kerap membuat motor gede dari kayu.
Taufiq menjelaskan, motor kayu buatannya tak sepenuhnya berbahan baku kayu. Rangka motor tetap berbahan baku besi layaknya motor pada umumnya. Kayu hanya dibuat sebagai casing dari rangka besi tersebut.
Sampai saat ini, motor kayu jati karya Taufiq hampir sudah tak terhitung jumlahnya. Bukannya dari dalam negeri, pembeli motor kayu Taufiq kebanyakan malah datang dari luar negeri. Diantaranya dari Belanda.
“Banyak peminat. Terutama kolektor-kolektor. Sering juga untuk pameran-pameran,” ucap Taufiq.
Taufiq menyebutkan, untuk satu unit vespa lengkap dengan mesin misalnya, dia biasa menjual di kisaran harga Rp 25 juta hingga Rp 40 juta. Tarif pembuatan motor kayu tetap disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan jenis motor yang dibuat.
Soal kualitas, Taufiq bahkan berani memberi jaminan. Saat hujan misalnya, motor kayu masih aman digunakan berkendara. Begitu juga ketika melewati jalan rusak, asalkan tetap berhati-hati, motor vespa kayu tetap aman.
“Kena air tidak masalah. Aman. Dibuat boncengan pun tidak masalah,” jelas Taufiq.
Editor: Budi Santoso



