Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Salah satu produsen kendaraan listrik Indonesia, Polytron, merilis hasil uji ketahanan dan keamanan cell baterai mereka yang digunakan untuk seluruh jenis motor listrik mereka.

Uji ketahanan cell baterai mereka yang menggunakan Lithium Iron Phosphate (LFP) ini dilakukan dengan cara ditusuk menggunakan paku hingga dikapak. Hasilnya, bateri LFP mereka tidak mengalami kebocoran atau ledakan.

CEO Polytron Hariono mengatakan, tidak semua baterai lithium memiliki tingkat keamanan yang sama. Jenis-jenis seperti NMC, NCA, dan LCO dikenal memiliki risiko api yang tinggi karena menghasilkan oksigen internal ketika terbakar.

Reaksi tersebut, sambungnya, menyebabkan api cepat membesar, sulit dikendalikan, dan berpotensi menimbulkan ledakan.

”Namun Polytron memilih menggunakan teknologi LFP (Lithium Iron Phosphate) karena memiliki stabilitas termal yang jauh lebih baik dan tidak menghasilkan oksigen ketika terjadi kebakaran. Sifat ini membuat api lebih lambat berkembang dan lebih mudah dikendalikan, sehingga risiko kecelakaan akibat baterai dapat diminimalkan secara signifikan,” katanya.

Hariono menegaskan, teknologi baterai adalah komponen paling penting sekaligus yang paling kompleks dari sisi keamanan dalam sebuah motor listrik.

”Cell LFP memiliki titik mulai thermal runaway pada suhu 250–300°C, jauh lebih tinggi dibandingkan cell NMC yang bisa mengalami thermal runaway pada kisaran 170–220°C,” jelas Hariono.

Perbedaan margin suhu ini, lanjut dia, memberikan tingkat keamanan yang sangat besar bagi pengguna, terutama saat motor digunakan di kondisi cuaca panas, kemacetan, atau saat proses pengisian daya.

Lolos uji...   

”Polytron menerapkan standar pengujian ketat setingkat internasional, mengacu pada sertifikasi seperti UN 38.3, SNI 8872:2019, UN R136, hingga ISO 26262. Standar ini mencakup pengujian termal, getaran, guncangan, tusukan, dan benturan,” tutupnya.

Josaphat Bagus Purnama, Head of Design, Quality and Assurance EV Polytron, menambahkan, cell LFP yang digunakan telah melalui pengujian ekstrem seperti nail penetration test dan mechanical impact.

”Kami memilih cell LFP bersertifikasi yang lolos pengujian paling ketat, termasuk nail penetration test, untuk memastikan ketahanan mereka bahkan dalam skenario kecelakaan ekstrem. Keselamatan pengguna motor listrik tidak pernah menjadi area kompromi,” tutup Josaphat.

Polytron, sambungnya, juga tidak hanya fokus pada pemilihan cell LFP untuk menjamin keselamatan, tetapi juga menekankan pentingnya lapisan proteksi ganda pada desain battery pack motor listrik mereka.

Polytron menekankan jika keamanan baterai tidak berhenti pada kimianya saja, tapi juga dari sisi desain fisik dan sistem elektronik menjadi lapisan proteksi berikutnya yang sama krusialnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler