Jumat, 23 Februari 2024

Tips Aman Mudik, Perhatikan Durasi Maksimal Mengemudi biar Terhindar dari Kecelakaan

Dani Agus
Selasa, 4 April 2023 23:38:47
Foto: Ilustrasi (freepik.com)
Murianews, Kudus – Tanpa terasa, saat ini kita sudah memasuki pertengahan bulan Ramadan. Dengan demikian, Hari Raya Idulfitri atau lebaran tidak lama lagi tiba. Seperti biasanya, pada momen lebaran banyak orang akan mudik atau pulang ke kampung halaman. Mudik saat lebaran merupakan salah satu tradisi yang tidak ada di negara lain. Mudik tahun ini diprediksi akan sangat ramai. Pasalnya, dua tahun sebelumnya, momen mudik sempat turun seiring datangnya pandemi Covid-19. Baca juga: Ini Tips Hemat Bensin saat Mudik dengan Mobil Pribadi Banyak cara yang dilakukan orang untuk mudik ke kampung halaman. Mulai naik transportasi umum, jasa travel, naik motor hingga naik mobil pribadi. Nah, jika berencana mudik lebaran naik mobil pribadi maka lakukan persiapan dengan baik. Tak hanya kendaraan, tapi juga persiapan fisik yang prima karena akan menempuh perjalanan cukup jauh. Nah buat Anda yang ingin mudik dengan mobil pribadi, berikut tips aman di perjalanan, dilansir dari laman Suzuki, Selasa (4/4/2023). Seperti kita ketahui, tubuh manusia memiliki batas kekuatan tertentu. Dalam titik kelelahan, tidak hanya otot yang lemas, konsentrasi dan refleks pun jadi berkurang. Inilah alasan kenapa Anda harus segera beristirahat jika sudah merasa lelah saat mengemudi. Lantas, kapankah kita harus beristirahat saat mengemudi? Sebenarnya di Indonesia aturan terkait durasi maksimal mengemudi sudah tertuang dalam UUD pasal 90 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, yang menyebut jika durasi mengemudi maksimal adalah 8 jam sehari untuk mereka para pengemudi, atau bekerja mengemudikan angkutan umum dan barang. Detailnya, Anda diizinkan untuk mengemudi selama 4 jam secara berturut-turut, setelah itu diwajibkan untuk beristirahat minimalnya 30 menit. Serupa dengan di Indonesia, di negara-negara Eropa pun berlaku aturan yang hampir mirip. Yakni, durasi kerja untuk para pengemudi, baik itu angkutan umum atau barang, maksimal 8 jam dengan catatan Anda wajib beristirahat selama 45 menit setelah berkendara selama 4,5 jam. Aturan ini tertuang jelas dalam Regulation (EC) No 561/2006, dan masih berlaku hingga saat ini. Jika aturan ini dibantah, ada sanksi tegas bagi pengemudi. Kenapa ada batasan waktu mengemudi? Aturan dasar wajib beristirahat setelah berkendara 4 jam merupakan hasil kajian ilmiah yang menyebut jika tubuh manusia butuh waktu untuk memulihkan konsentrasi dan daya refleks, demi menghindar dari resiko kecelakaan karena kelelahan atau gangguan microsleep. Meskipun hanya berlangsung singkat, sekitar 4-5 detik saja, microsleep bisa sangat berbahaya. Anda akan kehilangan kontrol, dan memuat oleng. Jika sudah begini, keselamatan Anda dan pengguna jalan lainnya bisa terancam, apalagi jika mengemudi dengan kecepatan tinggi. Di waktu beristirahat, Anda disarankan untuk tidur sejenak. Tapi jika tidak memungkinkan, Anda bisa sedikit bersantai sambil menikmati segelas kopi. Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, mengingat dehidrasi pun bisa menyebabkan Anda kehilangan konsentrasi. Ingat, jangan memaksakan diri hanya karena dikejar waktu. Tetap utamakan keselamatan, pasalnya ada keluarga yang sedang menunggu kepulangan Anda di rumah. Selamat berkendara!

Baca Juga

Komentar